Batagor, singkatan dari baso tahu goreng, bukan sekadar jajanan biasa; ini adalah hasil dari ide cemerlang seorang perantau asal Purwokerto bernama Haji Isan. Cerita ini dimulai pada tahun 1968 di kota Bandung, ketika keberanian untuk berinovasi mengubah nasib dagangannya.

Haji Isan awalnya menjual bakso tahu keliling, namun seringkali dihadapkan pada masalah dagangan yang tak habis terjual. Tidak mungkin membiarkan bakso tahu berkeliaran tanpa tujuan, Isan pun berpikir kreatif untuk mengubah nasib dagangannya. Ide brilian muncul: menggoreng bakso tahu kukusnya hingga kecokelatan dan memberikan sentuhan khas dengan saus kacang.
Hasilnya adalah batagor dengan tekstur yang menggoda: kenyal di dalam dan garing di luar, dengan aroma ikan tenggiri yang semerbak setelah melewati proses penggorengan. Kelezatan ini membuat batagor dengan cepat menjadi buah bibir di kalangan tetangga Isan. Awalnya, Isan membagikan batagor secara gratis, namun ketika tetangganya semakin ketagihan, mereka berbondong-bondong ingin membelinya.
Antusiasme yang melonjak membuat Isan melihat peluang bisnis yang besar. Ia mulai menjual batagor bersamaan dengan bakso tahu biasa yang telah menjadi dagangannya. Ternyata, keputusannya tepat, karena batagor malah lebih laku dibandingkan bakso tahu biasa. Pada tahun 1968, Isan dengan bangga memasarkan bakso tahu goreng atau batagor, menandai awal dari kejayaan kuliner yang sekarang menjadi ikon kota Bandung.
Selama bertahun-tahun, batagor tidak hanya bertahan sebagai pilihan makanan yang lezat tetapi juga merambah ke seluruh Indonesia. Baru-baru ini, makanan khas Bandung, batagor berhasil menduduki peringkat pertama sebagai camilan terenak di dunia. Batagor mendapatkan poin 4.6 dilansir oleh TasteAtlas mengalahkan Kepta Duona dari Lithuania, Guotie dari China, bahkan juga roti canai dari negara tetangga, Malaysia.
Dengan cerita yang begitu unik dan cita rasa yang menggoda, batagor tidak hanya menjadi bagian dari sejarah kuliner Indonesia tetapi juga membuktikan bahwa inovasi sederhana dapat mengubah nasib suatu makanan menjadi pahlawan kuliner yang tak tergantikan. Sebuah perjalanan panjang dari ide genial Haji Isan hingga menjadi jajanan terlezat yang menggoyang lidah di seluruh Dunia.



Leave a Reply